Jumat, 09 Januari 2015

AL GHAZALI KOHLER

                                                                 ngeDJ yah Al <3
 waktu di Hitam Putih
Hayo pilih Ariel Tatum apa Pevita Pearce, sama-sama cantik kok:D

Hanya cerpen biasa dan sebuah harapan :D



Secret Admirer
Karya : ENC

Namaku Cahyani Putri Kusuma, namun biasa dipanggil Yani. Pagi yang cerah dengan semangat yang membara untuk hari pertama sekolah di SMA Citra Harapan Bangsa yang cukup terkenal . Rasanya senang sekali bertemu teman-teman baru. Hari pertama sekolah ku sudah sepakat untuk duduk sebangku dengan Yuni, teman yang kukenal ketika pendaftaran.  Aku dan Yuni diterima dikelas X MIA 4.
“TING...TONG...TING...TONG”, bel berbunyi tanda masuk kelas.
Sebelum memulai pelajaran wali kelas mempersilahkan untuk semua murid perkenalan satu persatu.
“Stand Up, please”, perintah Pak Zali yang kemudia diikuti semua siswa dan perkenalan satu persatu. Setelah perkenalan pelajaran dimulai.
Setelah 1 minggu pelajaran disekolah, ada ekstra pencaksilat yang diwajibkan untuk diikuti oleh siswa yang Pak Rahman Guru Olahraga. Sabtu adalah hari yang menyenangkan untuk istirahat dirumah setelah pelajaran 1 minggu disekolah, tapi mengapa ada ekstra ini ?
“mendingan gue dirumah, sleeping beauty gitu, kayak Syahrini”, gerutu Yuni
“All right mb brow, tapi ya udah sih sabar”, jawabku tersenyum
Setelah menuruni tangga dan menuju ke aula,aku melihat seorang cowok yang menurutku ganteng dan keren, namun terbuyarkan karena Yuni menarik tanganku. Pencak silat dimulai dan berlangsung selama ½ jam kemudian istirahat. Selama istirahat aku hanya duduk didepan aula dengan Yuni dan melihat cowok tadi ternyata dia main sepakbola dengan kakak kelas dan teman sebayanya. Aku terus memperhatikan dia, mungkin pandangan jatuh cinta. Apalagi dia sangat keren dengan baju putihnya dan celana jeans pendeknya. Cowok itu kutunjukkan pada Yuni, Yuni hanya tersenyum dan tertawa. Aku dan Yuni yang bercanda-canda melihat cowok itu Alin tiba-tiba menyaut pembicaraanku.
“oooooouuu.... itu, itu mah kakak kelas di SMP namanya Arya emang kenapa ?
“, tanyanya
            “oooo gak papa Cuma ..”, jawabku terpotong karena Pencak silat dimulai lagi setelah istirahat. Waktunya untuk pulang. Aku terus memikirkan dia, berharap dia nanti jadi Laksana Surgaku. Hari selasa aku mengikuti ekstra English, sewaktu pulang aku lewat pintu gerbang depan, dan tidak sengaja aku melihat Arya main basket dilapangan basket, aku sangat senang sekali dan pulang dengan senyum-senyum sendiri. Selanjutnya hari rabu, aku juga bertemu dia. Hari kamis berhubung pulang pagi aku bertemu dia dijalan naik motor menggunakan jaket, ku ikutin dia namun sudah terlalu jauh. Hari jum’at aku melihat dia mengambil motor diparkiran sebelah sana namun kuikuti tidak ada, mungkin bukan takdirnya untuk bertemu, pikirku. Hari sabtu seperti biasa ekstra pencak silat, namun kulihat-lihat kenapa tidak ada dia, aku tidak bersemangat untuk ekstra hari ini, huh menyebalkan karena moodbooster tidak ada. Satnight kuputuskan untuk sms temanku yang ikut ekstra basket.
To : Wina
Hay Win, boleh tanya gak, kamu ikut ekstra basket kan ?!
Dibalasnya dengan jawaban iya,aku kemudia bertanya seputar Arya, ternyata Arya adalah pelatihnya juga berhubung pelatih yang asli tidak datang. Sekarang aku tahu nama lengkapnya dan kelas apadia sekarang. Aku berpikir bagaimana kalau aku juga ikut ekstra itu untukkenal siapa dia, kata Wina dia itu Playboy. Ah biarkan yang penting aku suka padanya.
            Aku telusuri nama fbnya,twitternya, instagram, pin bb, dan nomer teleponnya. Yang aku tahu hanya Facebook dan Instagram. Setiap hari aku stalk sosmednya, aku ambil foto-fotonya dan aku edit dengan fotoku. Senin pagi kuperlihatkan foto editanku pada temanku Yuni dan Nano.
            “lucu amat lo, kayak pembantu dengan majikannya”, Yuni tertawa jahat
            “No problem, yang penting aku suka dia”, jawabku santai dan tersenyum.
            “kayaknya aku pernah liat foto itu deh, siapa ya dia,oya dia Arya kan, anak kelas X1 MIA 4”, kata Nano mengingat ingat
            “kok tahu sih No”, tanyaku
            “tahu lah orang aku punya pin bb nya”, jawab Nano
            Aku langsung meminta pin bbnya dan stalk selalu. Namun suatu hari aku stalk fbnya tapi kenapa ada status dia tentang cewek yang dia suka, hati hancur rasanya seperti tidak akan pernah mendapatkannya. Namun status itu kupikirkan berlalu karena dia kan memang playboy. Ada beberapa cowok mendekat padaku namun aku bersikap biasa mungkin memang aku benar-benar cinta sama Arya. Arya aku suka kamu, pikirku dalam hati yang sangat dalam. Aku membuat video kumpulan foto-foto ku dan dia dengan scene music Kamulah Takdirku dan Laksana Surga. Aku memang suka yang berhubungan dengan edit-edit. Sabtu pagi Nano tiba-tiba menghampiriku yang sedang duduk dikursi menunggu Yuni datang.
            “oy Yan, kamu mau gak aku kasih nomer hpnya dia ?”,tanya Nano
            “mau dong,...”, jawabku kegirangan
            Lalu Nano memberikan nomer hpnya dan kusimpan dengan Nama ADS <3
            “emang kamu bernai sms dia, aku yakin gak sih”, tanya Nano meragukan
            “iya sih tapi bagaimana lagi,mungkin pada saat waktunya aku akan berani mengungkapkan isi hatiku pada dia, nomernya aku simpan saja dulu. Tapi yang penting aku setiap hari bisa nge-stalk fb dan instagramnya.
Tanggal 21 Desember adalah ulang tahunnya aku hanya bisa mengucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN” lewat fbnya dengan malu-malu. Aku memang tidak berani berterus terang dengan apa isi hatiku sebenarnya, aku hanya bisa diam dan diam sampai waktunya aku berani. Aku takut karena yang suka dia banyak dan membuat aku sakit hati. Menurutku sendiri aku merasa “Secret Admirer/Penggemar Rahasia”. 1 tahun ku kagumi dirinya sampai kelas XI, sekarang dia kelas XII mungkin tengah fokus untuk UN-nya, aku ngestalk sosmed namun tidak ada apa-apa, mungkin dia benar-benar ingin fokus belajar,aku akan semangatin kamu terus meskipun kamu bukan siapa-siapa aku, tapi aku suka sama kamu.
            Setelah semua anak kelas XII lulus,aku lega dan sekarang aku tahu dimana dia kuliah. Aku bertekad untuk kuliah sama dengan dia juga. Sudah 3 tahun aku menjadi penggemar rahasia dia, namun dia tidak tahu siapa aku. Aku masih menyimpan isi hati yang sama,kalu aku suka dia. Namun terkahir kulihat status fbnya dan photo instagramnya dia bersama cewek, kutelusuri cewek itu dan ternyata benar dia adalah pacarnya yang sebelumnya pernah kupikirkan. Hati hancur lagi, menjelang UN hatiku hancur ? pikirku bingung dengan keadaan ini. Lalu ku buang jauh-jauh rasa galau ini untuk fokus belajar.

Setelah kumenunggu hasilnya, ternyata lulus dengan hasil yang memuaskan aku sangat senang dan bangga, kuperlihatkan pada orangtuaku dan foto arya yang terpampang di laptopku. Pendaftaran kuliah kulalui sangat mudah, namun setelah diterima aku merasa canggung tapi aku sudah punya  cukup nyali untuk menyatakan perasaanku ini yang sebenarnya. Kuberanikan diri memasuki kelas Arya yang sedang memang dia sendiri saja yang ada dikelas. Aku masuk dan .....
            “kamu ?”, kata Arya kaget
Aku berpikir mengapa dia tahu aku,padahal selama 3 tahun di SMA dia tidak pernah tahu sedikitpun tentang aku.
            “kakak kenal dengan aku?”, tanyaku terbata-bata
            “tahulah, kamu kan yang sering ngestalk fb aku dan instagram aku, kamu pikir aku gak tahu, sekarang kan ada aplikasi stalker”,jawabnya sambil tersenyum
Aku merasa malu, namun tetap kuberanikan diriku
            “iya,kak aku sebenarnya kagum dengan kamu, aku juga sayang samakamu,3 tahun di SMA aku selalu ingin dekat dan bersama kamu, namun aku berfikir itu impossible”,jawabku terengah-engah
            “aku senang bisa punya fans kaya kamu, tapi maaf aku sudah punya pacar,kamu mengertikan?”, kata Arya
            “iya aku tahu, terimakasih kak”, jawabku tersenyum saja.
Lalu aku diajak foto dengan dia berdua, aku sangat senang dan hatiku semakin dag dig dug. Pacarnya datang dan hanya tersenyum padaku, kemudian Arya pergi.
Aku terus memandangi fotoku berdua dengan Arya,aku sangat senang sekali bisa foto dengan dia, ku edit fotonya dan kutulisi Kamulah Takdirku. Meskipun kamu punya pacar aku masih berharap dengan “Kamulah Jodohku Arya”.

-SELESAI-















Kamis, 08 Januari 2015

Cerpen tentang Cinta karya Sahabatku :D



6 TAHUN KU KAGUMI DIRIMU
Karya : Novia Alvionica

Kriiiiiing .......... kriiiing ............. kriiiiiing ..........
Wekerku berbunyi berkali-kali. Menandakan saatnya aku harus bangun tidur.
“hoaaahh, huh mengganggu saja aku masih pengen tidur. Apalagi aku tadi mimpi indah, payah.”
Aku bergegas untuk mandi dan sarapan untuk bersiap ke sekolah.
“Noviiii .......... !” panggil Sherly.
“apa??” balas ku.
“vi, kamu udah ngerjain PR matematika?” sahut Erika.
“ada yang belum, susah banget soalnya. Palingan gak dikoreksi !? minta bantuan Nindi aja dia kan jago Matematika.” jawab ku.
“tapi Nindinya belum berangkat. Mana kurang 10 menit, gimana donk??” Kata Sherly
---5 menit kemudian---
“eh nin, udah ditunggu nih sama teman-teman buat ngajarin PR matematika buruan deh !!” ucap Sherly.
-------
Nah, sebelum itu perkenalkan namaku Novia Alvionica. Sekarang aku duduk dibangku SMA kelas X. Ini adalah cerpen pertamaku yang selesai. Sebenarnya saya ingin membuat berbagai cerpen sejak saya SMP tapi inilah yang bisa saya bagikan kepada Anda. Silahkan membaca....

Pagi yang cerah telah menyapaku dengan sejumlah warna, mulai dari yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Justru karena warna itulah yang menghiasi hari-hariku. Karena warna itulah aku bisa hidup sampai saat ini. Dan warna itu membuat aku...
Tiba-tiba saja terlintas dipikiranku hal yang tidak kusangka. Perasaan itu, kejadian itu teringat kembali. Memori itu teringat kembali. Memori yang seharusnya sudah aku buang jauh-jauh dan aku kubur dalam-dalam. Kenapa bisa seperti ini?? Aku yang salah. Memang salahku aku tidak mau mengubur itu dalam-dalam dan sampai sekarangpun aku masih mengharapkannya?? Mungkinkah seperti itu yang aku inginkan?? Apa yang bisa aku lakukan untuk itu?? Tak ada gunanya aku berharap pada hal yang tidak pasti. Tapi aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang. Aku harus bagaimana??
Sudah 6 tahun berlalu, memori itu masih melekat didalam ingatanku. Ingatan yang seharusnya tidak aku ingat lagi. Karena jika aku masih mengingatnya hatiku semakin sakit. Perasaanku semakin hancur. Air mataku tidak akan pernah berhenti menetes. Pikiranku tidak akan pernah tenang. Aku tidak akan pernah bisa untuk membuka lembaran baru dari kehidupanku. Dan aku tidak akan pernah berani untuk melangkah ke depan.

---6 tahun lalu---

Ketika itu aku masih duduk dibangku SD. Lebih tepatnya hal ini terjadi ketika aku berada di kelas 3 SD. Tak ku sangka sejak saat itu aku mengenal cinta. Lelucon yang lucu bagi anak-anak seusiaku waktu itu. Mereka sebenarnya tidak tahu apa itu cinta, tapi pura-pura mengetahuinya. Aku sangat tidak tertarik dengan hal semacam itu. Mana bisa aku mempercayainya.
Sampai waktu itu tiba. Waktu dimana aku sendiri terjebak dengan permainan cinta. Ada seseorang yang membuat aku terlibat dalam permainan cinta itu. Dia begitu pandai sehingga aku tertarik ke dalam permainan itu. Bagaimana itu bisa?? Aku juga tidak tahu hal pastinya, tapi itu mengalir begitu saja. Seperti air yang mengalir mengikuti arah arusnya. Sejak saat itu aku mulai menyukai orang itu. Tidak tahu kenapa?? Tidak tahu apa yang istimewa darinya?? Hanya saja perasaanku mengatakan kalau aku menyukainya.
Hari-hari aku lalui dengan perasaan gembira dan bersemangat. Karena ada dia yang selalu gembira. Tak sadar hari itu aku memperhatikannya begitu dalam. Sampai temanku menyadarinya. Dan dia membentakku. Hatiku hancur sudah. Perasaan senang ini rasanya ingin aku buang segera dan melupakannya. Seolah-olah hari ini tidak pernah terjadi. Ditambah lagi dia salah satu cowok keren di kelasku. Mana bisa aku mendapatkannya. Lagi pula banyak cewek yang suka dengannya. Aku rasa aku tida punya peluang untuk mendapatkannya. Tidak mungkin dia mau denganku, diluar sana masih banyak cewek cantik yang suka sama dia. Apalagi hari ini dia membentakku. Seakan pertanda bahwa dia tidak menginginkan aku ada didepannya. Aku sudah tahu jawabannya, jadi kuputuskan untuk tidak mengerjarnya. Dan hari itu juga aku telah membuat janji untuk tidak akan bersamanya suatu saat nanti.

---1 tahun kemudian---
Tidak terasa sekarang aku sudah kelas 4. Permainan cinta itu semakin berlanjut. Tau nggak apa yang terjadi?? Singkatnya di kelas 4 SD ini untuk pertama kalinya aku punya pacar. Aku menemukan cowok yang nggak terlalu baik sikapnya ke aku, tapi aku nyaman kalau dekat dia. Sayangnya, itu nggak berlangsung lama. Hubunganku dengannya putus nyambung putus nyambung. Jadi gak berjalan lancar. Walaupun begitu masa kami pacaran cukup bisa dibilang romantis lah ya.. soalnya untuk komunikasi kami menggunakan surat yang ditulis tangan kami sendiri dan meletakkannya didalam tas kami tanpa sepengetahuan dari penerima surat itu.
Hubungan kami benar-benar tidak dapat dipertahankan lagi. Dan nggak jelas mau dibawa kemana. Iya sudah akhiri saja deh... diwaktu itu pula ada isu kalau dia (cowok yang aku sukai di kelas 3) mempunyai perasaan yang sama denganku. Mana mungkin aku percaya dengan hal seperti itu. Secara cowok itu keren dan ganteng ditambah banyak cewek yang menyukainya. Jadi, aku rasa itu nggak mungkin. Tapi senang juga sih, walaupun cuma isu... Hanya saja jika isu itu memang benar tetap saja aku sudah berjanji untuk tidak akan bersamanya. Jadi, nggak akan berpengaruh deh...
Itulah anggapanku dengan adanya isu tersebut. Tidak seperti dugaanku. Isu itu semakin kuat sampai aku duduk di kelas 6 SD. Karena isu itu, dia nggak berani ketemu sama aku.         Walaupun kita saling mengetahui, aku pura-pura nggak tahu kalau dia ada. Aku benar-benar naif. Bagaimana aku biarkan hal semacam itu terjadi?? Sementara aku sendiri masih menyukainya sampai saat ini (kelas 6). Sebutan apa yang cocok untuk diriku?? Aku sendiri benar-benar bingung dengan sikap kami berdua, apalagi aku.
Waktu terus berjalan. Tidak terasa kelulusan sudah didepan mata. Kami semua bisa menggapai itu dengan usaha kami. Setelah upacara kelulusan itu hubungan antar teman begitu erat dan dekat. Diluar dugaan.

---ponselku berdering---

Pesan masuk?? Dari siapa??
Ini nomornya Novi kan?
Itu pesan yang aku dapat.
Ya. Ini cpa iya ??
Singkat saja jawabanku.
Aku terkejut saat membaca sms darinya. Dari mana dia tahu nomorku??
---beberapa menit kemudian---
Vi, kamu mau nggak jadi pacarku??
Aku sungguh terkejut membaca pesan itu, tidak tahu harus berbuat apa??
Maaf, aku nggak bisa jadi pacar kamu.
Aku udah janji aku nggak bakalan bersama dengan kamu.
Kita bisa jadi teman koc...
Aku do’ain kamu bakalan nemuin cewek yang lebih segala-galanya dari pada aku.
Itulah jawabanku.
Tetap saja aku tidak menyangka hari itu benar-benar tiba dan aku tidak bisa bersamanya karena janjiku itu?? Huh, sungguh menyesalnya hati ini. Mengucapkan janji yang seharusnya tidak usah aku lakukan. Hal bodoh yang sampai sekarang aku ingat. Aku menyesal dengan janjiku itu. Mungkin waktu itu aku bisa bersamanya. Hal yang aku inginkan sejak dulu dan aku hilangkan dengan mudahnya karena janji bodohku itu. Yaah tapi itulah kenyataannya.
---3 tahun kemudian---
“Novi, tadi teman kamu datang, ngasih undangan ini !”
“siapa ma??”
“undangannya ada di atas meja !”
“REUNI PERTAMA ANGKATAN 99 SD 3 Harapan”
HARI/TANGGAL : SENIN, 7 MEI 2013
TEMPAT : AULA SD 3 Harapan
PUKUL : 09.00-Selesai
---Hari reuni---
“Novi .......” sapa Anik.
“oh hai, gimana kabarmu??” jawabku.
“baik, ciyee yang jadi pacarnya pangeran idaman??”
“eh?? Nggak kok, kamu mungkin... kan dia udah aku kasih ke kamu... :p”
“aku nggak suka dia :p”
Seperti dugaanku aku bakalan ketemu dia di reuni ini. Mau gimana lagi coba. Habisnya aku kangen sama teman lama sih. Kalau cuma dia cuek ah...
--------
Penantianku dan perasaanku itu berlanjut hingga aku masuk SMP. Jujur saja, aku baru bisa melupakannya ketika aku duduk di kelas IX SMP. Itupun karena sahabat-sahabatku (Erika, Nindi, Sherly) dan kesibukanku selama SMP. Jika tidak, mungkin aku tidak akan melupakannya sampai sekarang?? Tetap saja, kenangan tentang dia masih melekat erat dimemoriku sampai saat ini.
Aku bersyukur bisa melupakannya walaupun hanya rasa suka yang bisa hilang. Semua kenangan tentang dia masih tersimpan rapi dimemoriku. Aku tidak berniat untuk membuangnya bahkan menghapusnya. Aku rasa itu tidak perlu. Justru aku merasa senang karena dia jadi bagian terindah dalam hidupku. Memang benar cinta itu tidak harus saling memiliki. Cukup dengan melihat dia bahagia dengan orang lain, akupun ikut bahagia. Aku yakin suatu saat aku akan menemukan cinta sejati itu. Walaupun bukan dia cinta sejatiku.

---SELESAI---